Agar Anak Segera Betah di Rumah Baru

Diposting oleh Archi on Senin, 21 Mei 2012

Saat pindah rumah, Anda dan keluarga akan melalui masa-masa transisi. Yang paling merasakan perubahan ini tentu adalah anak-anak. Menurut terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Arlene Licata-Miller, perubahan ini dapat menimbulkan efek emosional pada anak yang cukup intens, bahkan bisa lebih dari yang disadari para orangtua.

Untuk itu, sebagai orangtuanya Anda sebaiknya ikut berperan aktif dalam menyiapkan anak menghadapi perubahan dalam hidupnya. Licata-Miller menyarankan para orangtua untuk bersikap proaktif dan berbicara dengan anak-anak secara terus-terang, sambil membuka diri untuk menerima opini atau ungkapan perasaan apa pun yang mungkin disampaikan oleh anak-anak.
"Duduklah bersama mereka, jelaskan seputar rencana pindah rumah yang akan dilakukan. Mengapa harus pindah, ke mana pindahnya, dan kapan. Ajaklah mereka berkunjung ke rumah baru sebelum hari kepindahan," saran Licata-Miller.
Bawa mereka berkeliling di area perumahan untuk melihat keadaan. Datanglah ke sekolah mereka nanti dan bila mungkin, bertemulah dengan calon guru mereka. Biarkan mereka mengamati keadaan sekitar yang akan menjadi lingkungan barunya. Jawablah setiap pertanyaan yang terlontar dari mulut mereka. "Jika ternyata mereka marah, katakan bahwa tidak apa-apa kalau mereka merasa demikian. Tidak masalah bila mereka tidak merasa antusias untuk pindah rumah," tambah Licata-Miller lagi.

Yang juga tak boleh lupa untuk dilakukan adalah membantu mereka menjalani perpisahan dengan rumah lamanya. "Anda bisa mengajak mereka mengambil foto dari rumah lama, agar bisa disimpan sebagai kenangan," anjur Licata-Miller. Atau, Anda bisa mengantar anak mengucapkan perpisahan dengan teman-temannya di dekat rumah. Inti dari semua ini adalah untuk membantu anak agar merasa lebih memiliki kendali terhadap perubahan situasi ini.

Lalu, apa lagi yang bisa Anda lakukan? Agar anak-anak bisa lebih cepat merasa betah di rumah, Licata-Miller menganjurkan Anda meminta anak memilih kamarnya sendiri atau setidaknya warna cat dindingnya. Jangan lupa juga untuk berbicara pada guru di sekolah baru, agar bisa menolong anak berkenalan dengan teman-teman maupun kegiatan yang baru.
"Cari tahu apa saja jenis aktivitas yang bisa dilakukan anak di sekitar rumah Anda. Apa pun kegiatan olahraga maupun lainnya yang dulu dilakukan anak saat tinggal di rumah lama, ajak mereka untuk kembali menekuninya di tempat yang baru. Jadi, mereka tidak akan merasa terlalu kehilangan," begitu rekomendasi Licata-Miller.

Ketika anak tiba-tiba mogok atau mengambek, sebaiknya orangtua bersabar dalam menghadapinya. Ingat, kata Licata-Miller, orangtua adalah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan anak. Mereka akan selalu berpedoman pada Anda dalam bertindak. Jika kepindahan ini memang untuk alasan yang positif, nantinya anak akan baik-baik saja.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Beri komentar yang baik yah :) biar blognya ramai