Timnas Indonesia di Bulli 0-10 oleh Bahrain

Diposting oleh Archi on Kamis, 01 Maret 2012


Softwaredevilz -- Tim nasional Indonesia harus menelan kekalahan memalukan 0-10 atas tuan rumah Bahrain dalam laga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 Grup E Zona Asia di Stadion Nasional Manama, Rabu (29/2).  Sayed Dhiya menjadi pahlawan Bahrain lewat tiga gol yang dibukukannya pada menit ke 62, 82 dan 90.  

Tanda-tanda kekalahan Indonesia telah terlihat pada menit ketiga.  Kartu merah yang didapat oleh Samsidar mengubah arah pertandingan.  Samsidar harus dikeluarkan akibat mengganjal penyerang Bahrain di kotak penalti.  Eksekusi yang diambil oleh Abdullatif berhasil menembus penjaga gawang pengganti Andi Muhammad Guntur.  Bahrain pun unggul 1-0 pada menit ke 6.

Selepas itu, Bahrain semakin bersemangat untuk mencetak gol tambahan.  Wajar, mengingat mereka membutuhkan sembilan gol untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya.  Terbukti satu gol dari A. Omar dan dua gol dari Mahmood Abdulrahman membuat Bahrain mengakhiri babak pertama dengan 4-0.

Memasuki babak kedua, Bahrain semakin bersemangat untuk memberondong gawang Indonesia.  Akan tetapi, gol yang ditunggu-tunggu baru hadir pada menit ke 60 lewat A. Taleb.  Setelah gol tersebut, tambahan lima gol dari Sayed Dhiya (tiga gol), A. Taleb, Abdullatif membuat Bahrain menutup laga dengan skor 10-0.

Laga juga diwarnai oleh kartu merah yang didapat pelatih Indonesia Aji Santoso.  Aji dipaksa oleh wasit untuk meninggalkan lapangan setelah memprotes keras keputusan wasit yang dinilainya memihak Bahrain.   

Meskipun menang telak, Bahrain tetap gagal melaju ke putaran akhir kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014.  Hal tersebut disebabkan hasil imbang 2-2 yang mewarnai laga Iran kontra Qatar pada waktu yang sama.  Sehingga Iran dan Qatar yang berhak mewakili Grup E pada babak selanjutnya.

gimana ketua PSSI ? saya sangat prihatin

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Beri komentar yang baik yah :) biar blognya ramai